Langsung ke konten utama

Review Film Lady Bird (2017)




Sempat ingat dengan film Easy A (2010) Film tentang remaja yang menceritakan secara eksplisit mengenai kehidupannya di SMA?. tentu saja seorang yang pernah menonton film tersebut tak bisa memungkiri bahwa fase kehidupan di tengah remaja melupakan satu dari sekian banyak momen paling rumit dalam kehidupan.

momen-momen tersebut kembali segar diingatan berkat Lady Bird, tentu saja dengan gaya yang lebih keren dan lebih dalam ketika mengungkapkan permasalahan utama seseorang dalam fase labil tersebut. film ini menuai banyak pujian dari kritikus film dan dinominasikan untuk memenangkan beberapa penghargaan bergengsi didunia sinematika.



Film yang baru-baru ini diluncurkan, (Desember 2017)  walau mungkin bisa dikatakan secara teknis ini film tahun lalu, tapi ya, 2018 baru saja dimulai dan saya belum lihat ada film baru tahun ini kecuali AAC2. Nev mind, im not gonna review it lol. "Lady bird layak ditempatkan di jajaran film coming-of-age terbaik yang pernah ada, tanpa pemanis buatan," sebut sutradara ternama, Joko Anwar

Jadi, disuatu daerah di amerika bernama Sacramento, Hiduplah seorang gadis Belia berumuran persis seperti siswi Sma lainnya, ia memiliki masalah dalam keputusan yang dimilikinya sering bersebrangan dengan apa yang ibunya inginkan. Gadis ini dengan apik diperankan oleh Aktris muda berbakat asal Irlandia, Saoirse Ronan, ia memerankan seorang gadis bernama Christine McPherson.


Uniknya, Christine tak bangga dengan nama pemberian orang tuanya. dan ia sangat ngotot untuk menggunakan julukan "Lady Bird" bagi namanya. entah mungkin terdapat alasan tertentu berkaitan akan hubungannya dengan keluarganya. Ibunya adalah seorang pekerja keras, dan begitu dingin dengan pilihan hidup Lady Bird, sang ibu begitu mendominasi dari kehidupan Lady Bird, kehidupan seluruh orang dikeluarganya.

Lady Bird dan ibunya yang menyebalkan
sumber: imdb


Ayahnya merupakan seorang baik hati dan selalu terlihat supel dengan Lady Bird, walau memiliki masalah dengan finansial dan perusahaan tempat ia bekerja terancam bangkrut, ia tetap menyembunyikan masalahnya didepan lady bird. Lady Bird juga memiliki kakak bernama Miguel, yang baru lulus kuliah dan bekerja disalah satu tempat yang kurang dapat membanggakan orang tuanya.

ia sangat ingin untuk mendapat kehidupan dimana gadis remaja umumnya inginkan. kehidupan di suburban yang mewah, suasana yang menarik, kota yang lebih besar, siswa-siswa yang tampan. namun apa yang ia terima justru harus menghabiskan masa sma di sekolah swasta katolik khusus perempuan, karna ibunya sangat tak ingin ia berada di lingkungan yang buruk.


Lady Bird sedang berdoa di gereja
sumber : imdb

film ini justru menceritakan segala macam kehidupan lady bird secara konstan, mengalir, dan mudah untuk difahami bahkan jika mulai menonton dari bagian pertengahan. konflik yang disajikan begitu natural dan tidak ada permasalahan yang begitu unik dari kehidupan remaja pada umumnya.

Berbagai macam masalah yang dialami Lady Bird yakni mengenai Percintaan, Pertemanan, Keluarga dan pilihan-pilihan hidupnya yang tak pernah mendapat persetujuan ibunya. Hal ini sangat menarik berdasarkan apa yang dialami Lady Bird sangat mungkin pernah dialami oleh remaja perempuan manapun. well, im not sure abt it, but just guessing haha. 

Film ini menuai banyak pujian lantaran berhasil memerankan kehidupan yang begitu sulit dan rumit, kedalam sebuah 104 menit yang begitu memukau. Kisah hidup Lady bird seakan membentak seorang gadis yang berfikir bahwa hanya hidupnya sendiri yang tak mendapat keadilan, nyatanya tidak, semua orang pasti mengalami hal tersebut!.

Kehidupan Lady Bird nyatanya tak hanya mengalami masalah melulu, tentunya ia memiliki beberapa momen terindah dalam hidupnya, saat-saat paling hangat bersama keluarganya walau dengan ibu yang selalu membuat dahinya berkerut, dan kisah pertemanan bersama Julie yang tak dapat dilupakan.

Bersama sahabatnya, Julie
sumber: cinemaclock

kritikus film juga berkata serupa, dari jumlah total 215 kritik dari sineas, jurnalis, dan kritikus film terkemuka dunia, hanya 1 kritik negatif tentang film ini berdasarkan situs survei film terkemuka, Rotten Tomatoes. hal ini menjadikan Lady Bird salah satu dari tiga film yang nilainya nyaris sempurna, hampir 100 persen!

dari sekian banyak film yang penulis sempat tonton, justru film ini yang membuat penulis merasa bahwa sesuatu yang realistis jauh lebih amat menarik dibanding sci-fi  untuk  dapat difilmkan. dengan yakin dan mantap penulis merekomendasi film ini dan memberi rating 9/10




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinding

Kala itu Senja, ia kembali datang menyapa di garis cakrawala. Lamunanku terpecah, benakku sibuk  merangkum diksi, mulutku bergunjing, Dihadapan dinding. Anganku kosong, imaji-ku sepi,  mengingatmu, dan ketiadaanmu saat ini Sesekali kudekap pundakku sendiri Terasa Hilangnya purnama kehangatan  Yang menawarkan rumah, disaat keadaan menambah amarah. Di dinding ini aku luapkan segalanya Ketika pagi membuka hari Ketika malam menyambung resah Segala tawa pilu, air mata sedu, Memenjarakan keinginan, dari tempat yg seharusnya ia dapatkan. Tapi apa yang dinding mau Hanya mendengar cerita-cerita, yang tak pernah sekalipun kabar suka cita. Kuingin ada disamping orang-orang itu Pekikan menggetirkan, namun kurindui Lembutnya jari-jari yang menggerayangi kakiku, sudah lama tak saling menemui Dalam sumpah serapah yg kuucap pada dinding ini, tak pernah lupa ku teriakkan pada sang pencipta. Jaga nyawa itu untukku! Sekali lagi,aku hadapka...

Review Movie Silenced (2011)

Kualitas film yang baik bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, ada orang yang menganggap film  berkualitas berdasarkan visualnya,  cerita, bahkan paras menawan dari aktor/aktris dapat di jadikan standarisasi tertentu bagi sebagian orang terhadap kualitas film. menurut penilaian penulis sendiri, film yang terbaik, adalah film yang mampu mempengaruhi, merubah, dan menimbulkan efek yang nyata dalam kehidupan penontonnya. berdasarkan kriteria tersebut, Penulis memilih Silenced (2011) sebagai salah satu film paling persuasif yang pernah penulis tonton.

kamu tetaplah menjadi kamu

Akulah api yang membakar kulitmu Akulah air yang membunuh dahagamu Akulah kastil, menara-menara kokoh  pedang yang menjaga harta karun itu  Anda, udara yang saya hirup dan cahaya rembulan di laut tenggorokan ini, begitu ingin terbasahi namun saya, tetap takut ditenggelamkan cinta lalu kepadaku, gairah apa yang akan kamu berikan kamu berkata, hartaku cukup untuk dilihat milikmu akan menjadi milikmu,  dan milikmu itu akan tetap menjadi milikmu