Langsung ke konten utama

Review Film English Vinglish (2012)


Ngga susah sebenarnya kalau mau nyari film yang mampu menggetarkan hati. cara termudahnya adalah, cari Film India!

ya kenapa film india? menurut penulis sendiri, film india itu mempunyai ciri khas tersendiri yang menjadi senjata mereka untuk menghasilkan film yang begitu menarik dimata penonton. Human Interest. 2 kata yang menjadi keunikan film berlabel bollywood dibanding industri perfilman di negara-negara lain.

cerita-cerita yang membuat perasaan terenyuh, mata berkaca-kaca, menjadi daya tertarik tersendiri bagi penonton, terutama bagi, *ehem* penonton wanita. selain karna porsi penggunaan perasaannya diatas dari yang lain, penonton wanita baik dari kalangan remaja hipster sampai ibu-ibu berdaster kadang butuh beberapa hal yang bisa mereka ceritain ketika nelpon semaleman sama temen atau sekedar basa-basi digerobak mamang sayur.

sudahlah, cukup basa-basinya mengenai bollywood. saya kadang juga suka jenuh kalau sampai adegan nyanyi-sambil-joget di film india. langsung aja deh, penulis bahas film india yang baru-baru ini penulis tonton di situs nonton online  media diluar bioskop (halus ya). Judulnya "English Vinglish"


Aktris India, Sridevi. memerankan Shashi, dalam film English Vinglish
sumber:storypick


gimana bagus ngga filmnya kira-kira? ya belum tau kan belum diceritain. jadi gini, film ini bercerita tentang kehidupan seorang ibu rumah tangga. ibu-ibu india, jelasnya, ibu-able bagi kelompok usia 0-12 tahun. diatas itu mungkin udah istri-able barangkali.

ibu-able, atau istri-able ya?
sumber:koimoi


ibu ini bernama Shashi, hidup dikeluarga menengah keatas yang berpendidikan. suaminya namanya Satish, kerja di salah satu perusahaan bonafit. nah, Shashi ini punya dua anak satu cewe satu cowo, namanya Sapna dan Sagar yang sekolahnya masih tingkat SD. 

dari kesemua orang dikeluarga ini kehidupannya baik dan bahagia. lah terus konflik yang bikin meweknya dimana? satu masalah yang sebenarnya ngga penting-penting amat. tapi di film ini malah bisa jadi seru. si Shasi simplenya ga bisa bahasa inggris, sementara suami dan anak-anaknya yang masih kecil udah fasih inggrisan.

yang bikin masalahnya jadi ga bisa dicuekin Shasi, ternyata kehidupan bermasyarakat di India bagian tempat mereka tinggal itu ngga keren kalau ngga bisa bahasa inggris, alhasil Shashi jadi minder karna ga bisa ikut ngegosip bahasa inggris bareng ibu-ibu lain ditukang sayur. anak-anaknya juga sering ngejekin Shashi lantaran grammarnya yang berantakan.


Keluarga yang bahagia
sumber: storypick

kegalauan shashi akan kemampuan lingua-nya semakin menjadi-jadi, ketika keponakannya di New York akan menikah. dan dia harus pergi untuk membantu persiapan pesta pernikahan. tetapi ia haruus berangkat sendiri karena keluarganya baru bisa menyusul setelah 3 minggu, penyebabnya kenapa? cari tau sendiri. nonton makanya.

Shashi bingung sebingung-bingungnya. karna selama puluhan tahun hidup dan punya 2 anak, dia cuma tau masak dan ngurus rumah tangga. terus tiba-tiba dia harus pergi sendiri, ke tempat yang belum pernah ia datangi, dengan bahasa yang tak ia mengerti dan orang yang tak ia kenal.

film ini intinya bercerita tentang proses adaptasi shashi ketika di Amerika, dengan orang-orang disekitarnya. budaya yang jauh berbeda dibanding india, dan keterbatasan bahasa yang sering bikin dia bete karna jarang bisa ngobrol. sampai akhirnya dia ngeliat ada semacam iklan, intinya promosi les bahasa inggris dalam 4 minggu, bisa mahir. 

bersama geng se-bimbel
sumber: pinterest

Shashi tentu saja tiba-tiba tertarik dong jadi akademisi. belajar bahasa inggris supaya ngga dicengin lagi sama anaknya, dari tempat les bahasa itulah dia mempunyai banyak teman-teman dari luar amerika yang sama randomnya dengan dia. 

Kebersamaan Shashi dengan teman-teman bimbelnya lalu sedikit terganggu ketika Suami dan Anak-anaknya telah sampai dan menyusul Shashi dari India. dari sana ia merasa moodnya yang sempat membaik kemudian kembali jatuh karna perlakuan suaminya yang kurang mengapresiasi dirinya sebagai istri. anak-anaknya tak jarang juga berkelakuan yang menyakiti perasaanya hingga ia merasa gagal menjadi seorang ibu. 

Shashi lagi bete
sumber: youtube


Film ini kental akan nilai keluarga, persahabatan yang hangat. dibungkus dengan unsur humor yang bisa dibilang sedikit "renyah" tapi tetap mampu membawakan pesannya dengan sangat baik. secara umum film ini bergenre komedi dan drama. sangat disarankan bagi yang kangen dengan hangatnya suasana keluarga.

apa yang ditampilkan, begitu lugas, dan mampu membuka mata hati penonton. film ini seakan mengajak untuk merefleksikan kehidupan, apakah sudah benar kita dalam memperlakukan saudara dan orang tua kita, perkataan dalam bahasa inggris oleh Shashi yang maknanya begitu dalam, disampaikannya walau terbata-bata mengucapkan. 

diakhir film, seperti pada film keluarga pada umumnya, happy ending. Shashi mampu terlepas dari masalah-masalahnya dan kembali berkumpul dengan ibu-ibu di perkumpulan gerobak sayur. sungguh akhir yang membahagiakan. 

film dengan durasi 134 menit ini sangat sepadan. walau banyak menghabiskan waktu, tetapi tak ada satu adegan pun dalam film yang pantas untuk dilewatkan. terdapat nilai berharga yang didapat penonton, dan juga membantu menghibur dengan komedi yang dibawakan. sangat tepat untuk ditonton bersama keluarga atau siapa saja atau keluarga siapa saja

film satu ini memiliki pesan yang baik, kisah yang unik dan membuat penonton selesai menonton dengan senyuman, penulis sangat merekomendasi dan memberi rating 7,5/10 untuk film ini. 

penulis himbau agar segera menonton. beneran ini serius, nonton sekarang juga.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dinding

Kala itu Senja, ia kembali datang menyapa di garis cakrawala. Lamunanku terpecah, benakku sibuk  merangkum diksi, mulutku bergunjing, Dihadapan dinding. Anganku kosong, imaji-ku sepi,  mengingatmu, dan ketiadaanmu saat ini Sesekali kudekap pundakku sendiri Terasa Hilangnya purnama kehangatan  Yang menawarkan rumah, disaat keadaan menambah amarah. Di dinding ini aku luapkan segalanya Ketika pagi membuka hari Ketika malam menyambung resah Segala tawa pilu, air mata sedu, Memenjarakan keinginan, dari tempat yg seharusnya ia dapatkan. Tapi apa yang dinding mau Hanya mendengar cerita-cerita, yang tak pernah sekalipun kabar suka cita. Kuingin ada disamping orang-orang itu Pekikan menggetirkan, namun kurindui Lembutnya jari-jari yang menggerayangi kakiku, sudah lama tak saling menemui Dalam sumpah serapah yg kuucap pada dinding ini, tak pernah lupa ku teriakkan pada sang pencipta. Jaga nyawa itu untukku! Sekali lagi,aku hadapka...

Angkringanku

Angkringanku Adalah tempat lamunku Kepul asap dibawah atap Ruang murah meredam marah Kopi hangat mengenalkan nikmat Tempat pulang, dari nalar yang hilang angkringanku.. bukan berarti milikku sesungguhnya angkringan milik yang maha Pencipta melalui bu sum, angkringan dititipkan, untuk makan, dan selonjoran gorengan tempe, 500 satunya, sate ayam, 1000 rupiah tiap tusuknya angkringanku, tempat merdeka, makan di masa seadanya angkringanku, jangan sesekali berani menipu bu sum memang tak melihat, tetapi malaikat, senantiasa mencatat nasi kucing itu, tak seberapa, jangan sampai karenanya, engkau batal masuk surga tetapi bila tuan tak berharta, sungguh tak apa, silahkan bayar, ketika kiriman sudah ada Yogyakarta, 14 Juli, didalam semilir lembut angin sore

Biru

Ku saksikan langit, begitu biru pagi ini kawanan cahaya jalanan, satu persatu padam menyambut hari fajar yang cerah, terang merekah, memberi suatu pertanda benarkah pagi ini, ada sesuatu yang kan berbeda? ku telusuri jejak-jejak yang kemarin kutinggalkan dibalik terpaan silau cahaya, ku bersembunyi, merendah hati dari segala perasaan marah, perasaan gundah, ku menahan diri apakah kali ini, semesta akan mendukungku, setelah sekian lama membenci? wahai langit biru, berikanlah harapan, untuk hidup yang terlalu muram senantiasa ku tunggu, segala balasan, dari semangatku yang tak padam hadirkan padaku, semua jawaban dari pertanyaan yang sejak lama didiamkan Haru birukan hariku, agar tetap tegar, menjalankan kehidupan.